Rabu, 01 April 2026

Menteri, Anjing Ganas, dan Raja yang Kurang Move On


Tersebutlah sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang Raja yang terkenal tegas.

Tegas sekali. Bahkan mungkin terlalu tegas.

Raja ini punya hobi yang agak unik.

Bukan memancing.
Bukan berkuda.
Bukan berkebun.

Tetapi… memelihara 10 ekor anjing ganas

Anjing-anjing itu bukan anjing biasa. Mereka adalah “anjing khusus kerajaan” yang dipakai untuk menghukum Menteri yang melakukan kesalahan.

Istilah kerennya:

tim evaluasi kinerja versi ekstrem.

Suatu hari, seorang Menteri melakukan kesalahan.

Tidak jelas kesalahannya apa.
Mungkin salah laporan.
Mungkin salah strategi.
Atau mungkin cuma salah kirim pesan ke grup kerajaan.

Yang jelas, Raja langsung berkata:

“Masukkan dia ke kandang anjing!”

Semua orang di istana langsung menelan ludah.

Si Menteri pun pucat.

Ia berkata dengan suara gemetar:

“Selama 10 tahun hamba setia melayani Paduka… ini balasan Paduka?”

Raja menjawab singkat:

“Ya.”

Pendek. Tegas. Tidak banyak drama.


Namun sebelum dihukum, Menteri meminta satu permintaan.

“Apa permintaanmu?” tanya Raja.

“Berikan hamba waktu 10 hari sebelum dimasukkan ke kandang anjing.”

Raja berpikir sejenak.

Mungkin beliau merasa 10 hari tidak akan mengubah apa-apa.

“Baik. Dikabulkan.”


Selama 10 hari itu, Menteri mendatangi penjaga anjing kerajaan.

Ia berkata:

“Saya ingin merawat anjing-anjing itu.”

Penjaga anjing bingung.

“Serius? Biasanya orang minta kabur. Ini malah minta dekat-dekat.”

Namun akhirnya diizinkan.

Hari pertama…

Menteri memberi makan.

Hari kedua…

Menteri memandikan.

Hari ketiga…

Menteri menyisir bulu.

Hari keempat…

Menteri ajak jalan-jalan.

Hari kelima…

sudah mulai dipanggil:

“Pak Menteri datang! Pak Menteri datang!” (versi gonggongan tentunya)

Hari keenam sampai kesepuluh…

anjing-anjing itu sudah seperti fans berat.


Akhirnya tiba hari yang ditunggu-tunggu.

Raja berdiri dengan wibawa.

Semua pejabat berkumpul.

Menteri dimasukkan ke kandang.

Semua menahan napas.

Anjing-anjing dilepas.

Dan…

yang terjadi justru…

anjing-anjing itu mengibas-ngibaskan ekor.

Loncat-loncat.

Muter-muter.

Menjilat kaki Menteri.

Bahkan ada yang rebahan minta dielus perutnya.

Suasana berubah hening.

Raja terkejut.

“Apa yang terjadi dengan anjing-anjingku?!!”

Menteri menjawab dengan tenang:

“Hamba hanya merawat mereka 10 hari, Paduka. Mereka tidak melupakan kebaikan hamba.”

Ia berhenti sejenak.

Lalu melanjutkan:

“Tapi hamba melayani Paduka 10 tahun…”

Istana makin sunyi.

“…dan Paduka melupakan semuanya hanya karena satu kesalahan.”

Semua pejabat mulai terharu.

Beberapa hampir tepuk tangan.

Penjaga anjing bahkan hampir menangis.


Raja terdiam lama.

Sangat lama.

Semua menunggu.

Akhirnya Raja berkata:

“Baik. Hukuman ditunda satu hari.”

Semua orang lega.

Menteri tersenyum.

Penjaga anjing tersenyum.

Anjing-anjing ikut tersenyum (mungkin).

Namun…

keesokan harinya…

Raja berkata:

“Masukkan dia ke kandang buaya.”

Seluruh istana kaget.

Menteri langsung pucat lagi.

Raja berkata santai:

“Kita coba eksperimen baru. Siapa tahu buayanya juga bisa jadi penurut dalam 10 hari.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar