Diceritakan, ada seorang pria Muslim yang entah karena terlalu percaya diri atau terlalu santai menjalani hidup, memilih tidak pergi Salat Jumat.
Bukannya ke masjid…dia malah berangkat ke hutan.
Tujuannya satu: berburu ayam hutan.
Dalam pikirannya mungkin begini:
"Ah, sebentar saja. Habis dapat ayam, pulang. Masih sempat."
Padahal jam sudah lewat khutbah pertama.
Dengan penuh semangat seperti pemburu profesional—padahal baru modal niat dan senapan pinjaman—ia menyusuri semak-semak tinggi yang lebat.
Tiba-tiba…
di depan semak yang bergoyang pelan…
muncul sesuatu.
Bukan ayam.
Bukan burung.
Bukan juga kelinci.
Tetapi seekor harimau besar… lagi tidur nyenyak.
Mulutnya sedikit terbuka. Giginya kelihatan semua. Napasnya berat.
Dan posisinya… tepat di jalur si jejaka.
Si jejaka membeku.
Tangannya gemetar.
Senapannya jatuh…
"krek… gluduk…" langsung meluncur ke jurang.
Belum selesai kagetnya, tubuhnya ikut oleng ke belakang…
"gedebug… krakk!"
Dan… tragisnya…
kedua kakinya langsung tidak bisa digerakkan lagi.
Si jejaka teriak:
"Au! Au! Au! Ya Allah!"
Teriakan itu membuat harimau bangun.
Pelan-pelan harimau membuka mata.
Mengangkat kepala.
Menatap si jejaka.
Lalu berdiri…
dan berjalan mendekat.
Langkahnya tenang.
Santai.
Seperti orang yang baru bangun tidur tapi langsung lihat makanan sudah siap di depan meja.
Si jejaka panik.
Tidak bisa lari.
Tidak bisa berdiri.
Tidak bisa ngapa-ngapain.
Akhirnya dia pasrah.
Lalu dia berdoa dengan suara gemetar:
"Ya Allah… ampuni hamba-Mu ini… karena tidak Salat Jumat hari ini…"
Harimau makin dekat.
Semakin dekat.
Sudah tinggal beberapa langkah lagi.
Dengan napas tersengal-sengal, si jejaka lanjut berdoa:
"Ya Allah… hamba mohon… jadikanlah harimau yang besar ini… yang bergigi tajam ini… yang berkuku runcing ini… menjadi harimau yang soleh… Ya Allah… kabulkanlah… Amiin!"
Tiba-tiba…
langit bergemuruh.
"JELEGERRR!!!"
Si jejaka membuka mata perlahan.
Harimau sudah berdiri tepat di depannya.
Lalu…
harimau itu mengangkat kedua kaki depannya seperti orang berdoa.
Si jejaka terharu.
Matanya berkaca-kaca.
Dalam hatinya berkata:
"MasyaAllah… doaku dikabulkan…"
Kemudian harimau itu berkata dengan suara khusyuk:
"Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa… waqinaa ‘adzaabannaar…"
Si jejaka langsung sadar.
Harimau itu ternyata…
sedang membaca doa makan.
Dan dia adalah menunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar